BERSERAH DIRI pada RANCANGAN ALLAH SWT

BERSERAH DIRI pada RANCANGAN ALLAH SWT

 

Sesungguhnya kau tidak mengetahui akhir dan akibat dari setiap urusan. Mungkin kau bisa mengatur dan merancang sebuah urusan yang baik menurutmu. Tetapi ternyata urusan itu berakibat buruk bagimu.

Mungkin saja ada keuntungan di balik kesulitan, dan sebaliknya banyak kesulitan di balik keuntungan. Bisa bahaya datang dari kemudahan dan kemudahan datang dari bahaya.

Mungkin saja anugerah tersimpan dalam ujian dan cobaan tersembunyi di balik anugerah.

Dan bisa jadi kau mendapatkan manfaat lewat tangan musuh, dan binasa lewat orang yang kau cintai.

Orang yang berakal tidak akan ikut MENGATUR bersama Allah, karena ia tidak mengetahui mana yang berguna dan mana yang berhahaya bagi dirinya.
Syekh Abu al-Hasan rahimahullah berkata: “Ya Allah, aku tidak berdaya menolak bahaya dari diri kami meskipun datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara yang kami ketahui. Lalu, bagaimana kami mampu menolak bahaya yang datang dari arah dan cara yang tidak kami ketahui?!”

Cukuplah untukmu firman Allah: “Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik untuk kalian. Bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal ia buruk untuk kalian. Allah mengetahui, sementara kalian tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah:216)

Sering kali kau menginginkan sesuatu, namun Dia memalingkannya darimu. Akibatnya, kau merasa sedih dan terus menginginkannya.

Namun, ketika akhir dan akibat dari apa yang kauhasratkan itu tersingkap, barulah kau menyadari bahwa Allah SWT melihatmu dengan pandangan yang baik dari arah yang tidak kau ketahui dan memilihkan untukmu dari arah yang tidak kauketahui.

Sungguh buruk… seorang hamba yang tidak paham dan tidak pasrah kepada-Nya.

Diceritakan bahwa ada seorang arif, yang ketika ditimpa musibah, berkata, “Tak apa-apa, itu baik.” Pada suatu malam, seekor srigala datang dan memakan ayamnya. Ketika diberitahu, la menjawab, “Tidak apa-apa.” Di malam berikutnya anjingnya mati. Saat diberi tahu ia menjawab, “Semuanya baik-baik saja.” Lalu esok harinya keledainya juga mati. la tetap berkata, “Tak apa.” Keluarganya tidak menyukai jawaban itu.

Namun, pada malam berikutnya, sekelompok orang menyerang desa itu dan membunuh semua penduduknya. Tidak ada yang selamat kecuali si arif dan keluarganya. Ternyata, gerombolan itu mendatangi penduduk mengikuti suara ayam, gonggongan anjing, dan bunyi keledai. Sementara, si arif itu tak lagi memilikinya. Kematian hewan-hewan itu menjadi sebab keselamatannya. Mahasuci Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Bijaksana.

Seorang hamba menyadari baiknya pengaturan Allah setelah suatu peristiwa berlalu. Itulah sifat manusia kebanyakan. Berbeda dengan kalangan khusus yang memahami Allah dan mengetahui baiknya pengaturan Allah sebelum peristiwa itu berlalu. Kalangan khusus ini pun terbagi ke dalam beberapa tingkatan:

  • Ada orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt sehingga mereka berserah diri kepada-Nya karena Dia telah banyak memberikan anugerah dan karunia.
  • Ada yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena mengetahui bahwa merisaukan nasib dan ikut mengatur tidak akan mampu menolak ketentuan yang telah ditetapkan atas dirinya dan tidak akan mendatangkan apa yang bukan bagiannya.
  • Ada pula orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena memahami hadis qudsi, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” la terus berbaik sangka kepada Allah Swt seraya bekerja dan berusaha dengan harapan Allah akan memperlakukannya sesuai dengan prasangkanya yang baik. Dan, Allah berbuat kepadanya sesuai dengan prasangkanya. Allah telah memudahkan karunia bagi orang beriman sesuai dengan prasangka mereka. Dia berfirman, “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan.”
  • Tingkatan paling tinggi adalah orang yang menyerah dan pasrah kepada Allah Swt karena menyadari bahwa sikap itulah yang layak ia jalani, bukan karena mengharapkan kebaikan bagi dirinya.

(Dikutip dari al-Tanwir fi isqath al-tadbir, karya Ibn ‘Athaillah al-Sakandari).

Fire brigade shows 30 rescue lane blockers

rettungsgasse-106_t-1489695523728_v-16to7

A man falls victim to the motorway – and the rescue workers do not reach him because the drivers do not form a rescue lane. As they walk on foot, they are even mocked. The fire brigade now wants to display the blockers.

“It could have been fatal!” – Feuerwehrmann Theo Herrmann is a guest at Hallo Hessen[Videoseite]

Theo Herrmann is still stunned a day later: “They asked me what I would imagine, who I was at all, and I should not make such a circus.” 59 years, Herrmann is old, he has been with the fire brigade Mörfelden for 46 years, now as deputy city brigade inspector – “but I have not experienced it yet.” This is a new dimension, “he says. Furnished, by wild men. And all because he wanted to help a severely injured person.

What happened? When working on a motorway bridge near Weiterstadt, a scaffolding contractor plunged five meters into the ground on a restricted section of the A5 towards the south on Wednesday at around 16:20. The 49-year-old injured himself heavily. At the accident site, a traffic jam quickly developed. Emergency physicians and fire brigades were alerted.

“A few sleepers”

A police car with the signal “Bitte Resettungsgasse bilden” led two rescue cars through the traffic jam, the drivers also drove as required left and right to let the vehicles through – but then meant “a few Schlaumeier”, as Herrmann says they could be behind the Vehicles also drive through the escape lane and thus get faster through the traffic jam.

When three large vehicles of the fire brigade Mörfelden – in one of them sat Herrmann – and an emergency car wanted also by the rescue lane, was now blocked. “For the first two kilometers, we needed more than 20 minutes, and then there was nothing left to stop the cars, grab our Sani backpacks and walk the last 800 meters, with uniform and helmet,” says Herrmann . On the way, they had pointed out the traffic to their drivers – and were laughed at.

“Then I just had bad luck”

“We are there voluntarily,” says Herrmann, “and we are there to help, not to make us fool.” He told people to imagine that they had themselves been killed – “they just say, ‘I just had bad luck.'” Of some 30 particularly brave drivers, the rescue workers took photos, they are to be brought on display on Friday. The Bild-Zeitung had first reported on the new development. It is still unclear whether this is determined by an administrative offense or a criminal offense.

Until Friday afternoon, however, no announcement was received by the motorway police or the police department of Southern Hesse, as its spokesman Bernd Hochstädter said. Mörfelder firefighters had told him that they had already advertised the ads. Perhaps the mail server with the e-mails with many attached photos were asked, said Hochstädter.

Time for the pictures was only because the injured was now only provided: accidentally an emergency surgeon on the opposite direction at the accident site, who took care of the scaffolder, landed on the counter-track of the rescue helicopter and brought the man to a Frankfurt hospital. “But if someone is pinched, and we’re not going through, it’s about minutes, until we’ve fought through the traffic jam for half an hour,” he says.

Rescue lanes are a controversy

Time and again, Hesse is being discussed about rescue routes. Thus the deployment delayed three weeks ago on the A67 at Rüsselsheim by about one hour, because no escape lane was formed or closed again. Two weeks ago, helpers had to run two kilometers on the A7 near Kassel-Mitte . The problem here was: Because of a construction site the highway was so narrow that no escape was possible .

This was not the case on Wednesday on the A5 – the first hospitals came through. Herrmann is the most annoyed about the reaction of those affected. “It always happens that someone is sleeping in the escape road, or people are taking photos, but this absolute equivalency is new.”

How the rescue lane works [Videoseite]


RESCUE LANE

The duty to rescue is regulated in the road traffic regulations in paragraph 11, paragraph 2 . It must be complied with even if there is no emergency situation. Always between the left and the remaining lanes. If you do not stick to it, you will face a fine of 20 euros. Elsewhere, this is more expensive: In Austria the infringement costs 726 euros.

In addition there is the criminal offense “Resistance against persons, which are equal to enforcement officials”, regulated in paragraph 114 criminal code. According to this, “anyone who impedes the fire brigade, catastrophe protection or a rescue service by violence or by threat of violence in the case of accidents or common danger or emergency”

According to the police and prosecutor’s office in Darmstadt, this criminal offense does not exist in the current case. To this end, a determination must be made, as well as violence in the disability of firefighters.


PILIHAN & KONSEKUENSI

PILIHAN & KONSEKUENSI

 

Orang bilang, hidup itu pilihan. Tidak. Kalimat itu hanya sepenggal. Kalimat itu tidak lengkap. Ada bagian yang dihilangkan.

Ya, Anda memang bebas memilih untuk mengambil keputusan seperti apa. Memilih itu memang berarti mengambil keputusan. Dan…jangan sampai lupa, bahwa memilih itu ya mesti mau tidak mau, ya menanggung konsekuensi dari pilihan Anda. Jika sudah memilih tapi tak mau bertanggung jawab atas konsekuensinya, ya persoalan itu akan terus mengejar sampai kapan pun. Mengikat Anda.

Padahal, mengambil keputusan ini sebenarnya mudah. Memilih menghadapi persoalan sekarang, maka beratnya 1 kg. Memilih besok, ya berat persoalan bertambah jadi 2 kg. Memilih 3 tahun mendatang, ya beratnya hampir 1 ton.
Ringkasnya, Anda memang bebas memilih, tetapi tidak bebas dari tanggung jawabnya.
***

Jadi, kalau Anda memutuskan melarang anak makan permen; lalu suami Anda memutuskan untuk membolehkannya makan permen daripada rewel, tidak usah berantem. Catat saja keputusan suami itu, kalau perlu direkam. Lalu, jika besok atau minggu depan, anak Anda rewel merengek minta permen lagi, minta suami yang bertanggung jawab sambil bawakan buku catatan tadi.

Jika Anda memutuskan melarang anak main game, dan istri Anda membolehkannya terus main daripada nggak mau makan, maka catat saja pilihannya itu. Dan jika kelak saat anak sudah berumur 25 tahun dan masih juga kecanduan main game dan tidak menyelesaikan kuliahnya, berikan catatan lama itu kepada istri Anda. Minta ia bertanggung jawab.

Tentu saja, dua kasus di atas ini bukan tips dari saya, walau silakan saja jika Anda mencobanya. Itu pilihan dan keputusan Anda. He…he…

Memilih itu mudah, jika Anda bersedia menanggung konsekuensinya. Tentu saja, Anda tidak ksatria, tidak bertanggung jawab, tidak berkomitmen, jika ikut campur mengambil keputusan, tetapi menyerahkan akibat atau konsekuensi dari pilihan itu ke tangan orang lain, khususnya pasangan Anda. Itu termasuk pengkhianatan.

Jadi, kalau istri sudah melarang anak makan permen, jangan menganulir keputusannya, jangan membatalkan keputusannya, kecuali jika Anda bersedia menanggung konsekuensinya. Kalau tidak bersedia menanggung konsekuensinya, ya lebih baik mengikuti keputusan istri.

Bersepakat akan suatu pilihan karena bersedia bertanggung jawab ini hal yang sangat penting. Jika Anda terbiasa bertanggung jawab, maka ketika sudah sepuh kelak, ketika sudah jadi kakek dan nenek, Anda akan memikir 777 kali sebelum mengintervensi pengasuhan cucu Anda. Biarkan saja orangtuanya yang mengambil keputusan. Anda sebagai nenek atau kakeknya, tidak perlu ikut campur mengambil keputusan — kecuali Anda mau menanggung konsekuensinya. Memangnya, kalau sudah tua, masih sanggup akan segala kerepotan mengurus cucu? Tidak kan? Bukankah lebih baik membaca koran atau novel di halaman sambil melihat cucu-cucu bermain dengan manis? Ingin begitu? Ya, itu tadi, jangan intervensi.

Selamat pagi. Selamat mengambil keputusan-keputusan baik. Tuhan memberkati keputusan Anda.

#ResponsibleDecision #ChoiceAndConsequences

 


*Shared from Dono Baswardono Parenting

Pramugari Garuda Ini Gendong Seorang Nenek Saat Turun Pesawat

Noval Dhwinuari Antony – detikNews

Pramugari Garuda Ini Gendong Seorang Nenek Saat Turun PesawatFoto: Istimewa

Jakarta – Pramugari maskapai Garuda Indonesia menunjukkan pelayanan maksimal dengan membantu seorang nenek, penumpang untuk turun keluar dari pesawat. Pramugari itu bahkan menggendong nenek tersebut.

Pelayanan sigap ini terjadi pada penerbangan Garuda nomor penerbangan GA 821 dari Kuala Lumpur tujuan Jakarta. Adalah Ninik, pramugari yang juga flight service manager yang membantu menggendong nenek.

Dari foto yang diterima detikcom, Sabtu (7/1/2017) Ninik membungkukkan badannya saat menggendong nenek. Tampak pramugari lainnya ikut membantu Ninik.

Saat dikonfirmasi, General Manager Garuda Indonesia Kantor Cabang Solo Aryo Wijoseno menyebut kejadian ini terjadi hari ini.

“Menurut info tim saya, hari ini. Namun, belum di-cross check validitas tanggalnya,” kata Aryo